Lamsel Fest 2026: Dari Tenda Gratis Hingga Rekor MURI 2.470 Lentera, Ekonomi Lamsel Siap Menggeliat

LAMPUNG SELATAN • 06 Nov 2026 13:10 • Admin NA
Lamsel Fest 2026: Dari Tenda Gratis Hingga Rekor MURI 2.470 Lentera, Ekonomi Lamsel Siap Menggeliat

nataragung.id - Kalianda - Pemandangan di lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kini berubah total. Lapangan futsal yang biasanya hanya menjadi arena olahraga, kini disulap menjadi lautan tenda putih yang berjejer rapi hingga ke pinggiran jalan.

Sudah dua hari terakhir, ratusan tenda sarnafil berdiri kokoh di lokasi tersebut. Inilah tanda paling nyata bahwa gelaran akbar tahunan, Lamsel Fest 2026, sudah di depan mata.

Bukan sekadar tenda biasa. Di balik deretan tenda putih itu, tersimpan harapan besar ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas. Mulai dari busana, kerajinan tangan, aneka kuliner, produk olahan, hingga oleh-oleh dan cendera mata khas daerah, semuanya bakal tumpah ruah di pesta ekonomi kreatif ini.

Yang membuat Lamsel Fest 2026 semakin istimewa, peserta yang mengisi lapak-lapak UMKM itu bukan hanya dari Lampung Selatan. Sejumlah pelaku usaha dari luar daerah juga diperkirakan ikut ambil bagian. Artinya, festival ini bukan lagi sekadar pesta lokal, tapi sudah menjadi ruang pertemuan dan promosi produk lintas daerah.

Lamsel Fest 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 10-15 November 2026, dengan pusat kegiatan di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Kalianda.

Festival ini tidak sekadar menawarkan hiburan. Beragam agenda disiapkan dengan memadukan seni budaya, olahraga, otomotif, musik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sejumlah kegiatan unggulan yang bakal memeriahkan festival tersebut di antaranya Pesta UMKM, Festival Musik, Drift Show, Pertunjukan Budaya Mancanegara, Panggung Budaya, Parade Budaya, Rekor MURI 2.470 Lentera, Night Lava Run, hingga Fashion Show.

Dengan konsep tersebut, Lamsel Fest diharapkan menjadi lebih dari sekadar pesta tahunan. Festival ini diproyeksikan sebagai etalase potensi daerah sekaligus panggung bagi tumbuhnya kreativitas dan geliat ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lampung Selatan, Cahyadi, menegaskan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 200 tenda sarnafil untuk memberikan ruang kepada para pelaku UMKM dalam memasarkan produk unggulan mereka.

Menariknya, seluruh fasilitas tenda tersebut disediakan secara gratis. Artinya, para pelaku usaha bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk berjualan dan memperluas pasar tanpa harus terbebani biaya sewa lapak.

"Semua tenda sarnafil yang terpasang ini gratis untuk para UMKM, tidak dipungut bayaran sepeser pun," ujar Cahyadi di Kalianda, (6/11/2026).

Cahyadi menuturkan, penyediaan fasilitas tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pelaku UMKM untuk mengambil bagian dalam kegiatan berskala besar.

Menurutnya, festival seperti Lamsel Fest dapat menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas. Terlebih, kehadiran pengunjung dari berbagai wilayah berpotensi membuka peluang pasar baru bagi para pelaku usaha.

Diungkapkannya, keberadaan 200 tenda tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara produsen, konsumen, dan pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat produk unggulan Lampung Selatan.

Dia berharap, pelaksanaan Lamsel Fest 2026 tahun ini dapat berlangsung lebih meriah dan ramai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Jika ramai pengunjung dan pelaku UMKM yang ikut serta dalam kegiatan ini, artinya event tahunan Pemkab Lamsel ini berhasil menjadi magnet. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di Lamsel selama perhelatan acara menjadi semakin meningkat," ungkapnya.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah festival bukan hanya diukur dari meriahnya panggung hiburan atau gemerlap pertunjukan malam.

Lebih dari itu, seberapa banyak transaksi terjadi, produk lokal dikenal, dan pelaku usaha mendapatkan keuntungan juga menjadi ukuran penting.

Sebab, ketika ribuan pengunjung datang dan uang berputar di lapak-lapak UMKM, pesta rakyat bukan lagi sekadar tontonan.

Ia bisa menjadi mesin penggerak ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung Selatan. (mara)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

7 + 4 = ?
Berita Terkait