Prof. Muhajir Utomo, PhD: Murid Cerdas Prof. Sitanala yang Menjadi Rektor Keempat dan Begawan Unila. Bagian Pertama

BANDAR LAMPUNG 14 Sep 2026 09:16 Admin NA
Prof. Muhajir Utomo, PhD: Murid Cerdas Prof. Sitanala yang Menjadi  Rektor Keempat dan Begawan Unila. Bagian Pertama

Prof. Admi Syarif, PhD.
Guru besar Unila, penulis buku “_50 Tahun Universitas Lampung Membangun Negeri” dan “50 Tokoh Inspiratif Universitas Lampung”_

nataragung.id - Bandar Lampung ((14/09/2026) -  Prof. Dr. Muhajir Utomo adalah rektor keempat dan dosen Unila  yang dikenal sangat cerdas dan peduli. MU begitu kita mengenalnya, memang bukanlah guru besar biasa, pemikirannya membuat ia sangat pantas untuk dipanggil begawan.  

Ia bukan orang yang datang dari luar kemudian tiba-tiba dipercaya menjadi rektor Unila. Ia tumbuh dari dalam rahim Universitas Lampung.

Sejak menjadi staf pengajar Fakultas Pertanian pada 1976, perjalanan karier akademiknya terus berkembang. Ia pernah menjadi Pembantu Dekan I Fakultas Pertanian, Kepala Laboratorium Tanah, Kepala Balai Penelitian Unila, hingga Ketua Lembaga Penelitian Unila pada 1993–1997. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Dekan Fakultas Teknik pada 1997.  

Periode Kepemimpinan Prof. Muhajir Utomo sebagai Rektor Unila adalah periode 1998-2007.  Dengan demikian, ketika  Prof. Muhajir Utomo memasuki ruang rektorat, sesungguhnya membawa pengalaman  dan rasa cinta yang cukup lengkap.

Yang menarik, periode kepemimpinannya, menurut saya,, bukan sekadar soal lama menjabat. 1998 adalah masa perubahan besar Indonesia, dan MU datang untuk Unila yang lebih baik.

Buat saya, karya-karya dan pemikirannya yang memang "Out of the box". Kecerdasannya yang luar biasa, menjadikan pantas salah seorang gurunya, (Prof. DR. Sitanala Arsyad) menyampaikan langsung kekagumannya kepada saya beberapa tahun lalu akan sosok MU. “MU itu murid saya yang sangat cerdas”, ujar Prof. SItanala. 
Saya juga banyak menyimak,  belajar,  dan menerima pemikirannya terutama saat menulis sosok beliau untuk buku 50 tokoh inspirasi Unila yang saya tulis menyambut Ulang Tahun Emas  (Dies Natalis) Unila beberapa tahun lalu. Saat memimpin LPPM Unila, beliau sering saya undang sekedar duduk santai atau berdiskusi untuk pengembangan riset di Unila. Ucapannya yang sangat cair, lugas dan mudah dipahami,  menghadirkan rasa salut buat dosen ilmu tanah, FP Unila ini, atas karya-karyanya yang sangat menginspirasi.

Pemikirannya tak pernah berhenti diberikan untuk membangun Unila yang sangat ia cintai hingga akhir baktinya. Dalam percakapan terakhirnya dengan saya beberapa waktu di Nuwo Gunung  (Rumah Beliau di kawasan Sukadanaham)., beliau masih sangat bersemangat menyampaikan visinya membangun riset di Unila.

MU memang sangat dikenal teratas untuk bidang ilmu yang ia geluti (Tata Olah Tanah: TOT). 
MU memilih bidang ilmu tanah di Fakultas Pertanian Unila. Hingga dia berhasil meraih gelar master dan doktoral di University of Kentucky Amerika Serikat.
“Sepulang dari Amerika dikenal sebagai peneliti yang handal dibidang TOT. Sejak saat itu, tak terhitung gagasan atau pemikirannya memprovokasi kebijakan baru dibidang pertanian.

Dengan  teknologi ini ia meng-copy paste ekosistem hutan pada lahan pertanian, khususnya lahan kering. “Mengapa di hutan berbagai tanaman tumbuh subur tanpa harus mengolah tanah dengan dibajak ataupun dicangkul. Hal ini karena ekosistemnya berjalan seimbang,” urainya.

TOT dilaporkannya mampu menurunkan emisi gas rumah kaca yang disebabkan sektor pertanian sangat signifikan hingga 76 persen.

MU dikenal sebagai anak petani lahan kering di daerah transmigrasi yang menggapai karir tertinggi akademik sebagai Guru Besar. Ia juga  menjabat Rektor  keempat Universitas Lampung (Unila) dua periode. Beliau telah meletakan landasan yang kuat akan hadirnya budaya riset di Unila.

Pencapaian luar biasa ini tentulah tak digapai seorang MU dengan mudah.
Perjalanan pendidikannya hingga menempuh program master dan doktoral di Negeri Paman Sam di University of Kentucky juga dilaluinya dengan kerja keras

MU memang salah satu putra terbaik Lampung . Di mata mahasiswa beliau dikenal sangat baik dan membantu.

Dr. Soni Isnaini menyampaikan bahwa ia diuji MU tahun 1987 saat S1, lanjut S2 dan beliau pembimbing pada Tesis PPs  dan kopromotor saat S3 Unpad. Prof. MU bagian dari kehidupan keluarga kami. Semoga beliau sehat selalu.

Alumni FP lain, Alexandra menyampaikan bahwa MU adalah dosen Favoritnya di Jurusan Ilmu Tanah, beliau teladan bagi kami semua mahasiswanya, Barakallah Fi Ilmi Prof.Muhajir Utomo. Salam Hormat. Demikian juga Hapris  Jawodo berkomentar bahwa ia  banyak bergaul dengan MU, baik di dalam maupun di luar kampus. Beliau sangat humble, cerdas dan tegas. Saya cukup banyak mendapatkan komentar baik tentang Prof. MU.

Seluruh civitas akademika dan  alumni menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Inshaallah, kami yunior "kohai-kohai" akan terus meneladani dan meneruskan semangat kakanda untuk Unila yang lebih baik.

Demikianlah, Prof. Dr. Muhajir Utomo,  ilmuwan  dan Rektor keempat yang sudah berkontribusi besar mengembangkan Universitas "Lampung".

Semoga sehat selalu dan Dang lupo BAHAGIA geh

Bersambung....

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

5 + 3 = ?
Berita Terkait